Jakarta – Rosalinde Margaretha (41) warga Jl Pinang Merah 1 No. 24, Cipinang Indah, Jatinegara dan Anita Kesri Wahyuni, warga Jl Batu Ampar 5, Kramat Jati, Jakarta Timur, ikut meramaikan Lomba Foto Rooftop Garden 2021 yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta.
Jajaran Dinas KPKP DKI, Selasa (4/1), meninjau langsung Rooftop Garden Daq Phoniqu milik Rosalinde Margaretha dan Annie Garden milik Anita yang akan bersaing dengan 108 peserta lainnya dari seluruh wilayah Jakarta.
Kepala Sub Koordinator Urusan Pertanian Perkotaan Dinas KPKP DKI, Taufik Yulianto, mengatakan, tinjauan dilakukan untuk memastikan sekaligus verifikasi bahwa peserta lomba merupakan warga DKI dan obyek yang dilombakan berada di wilayah DKI.
“Tinjauan dilakukan untuk mengetahui lokasi peserta Lomba Foto Rooftop Garden. Kita pastikan bahwa mereka warga Jakarta, ber KTP Jakarta dan domisili di Jakarta,”ucap Taufik.
Menurut Taufik, Lomba Foto Rooftop Garden ini baru pertama kali dan rencananya akan menjadi agenda rutin tahunan. Lomba ini memperebutkan hadiah total Rp 15 juta plus tambahan hadiah berupa fasilitas sarana produksi untuk membeli bahan pertanian, ditambah voucher pembelian sarana petani.
“Lomba diikuti 108 peserta dan pemenangnya akan diumumkan pada 7 Januari mendatang,” jelas Taufik, dilansir beritajakarta.id.
Dalam lomba ini, kata Taufik, para peserta memposting tanaman hidroponiknya ke Instagram dengan mention para kolaborator yang terlibat antara lain dinas KPKP DKI, Panah Merah dan Baznas Bazis DKI.
“Lomba ini merupakan salah satu bentuk apresiasi kami pada masyarakat yang telah melaksanakan program pertanian perkotaan,” tegasnya.
Baca Juga Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster berkesempatan mendampingi beberapa kegiatan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin serangkaian kunjungan kerja hari keduanya di pulau dewata, bertempat di Istana Tampak Siring, Gianyar, pada Sabtu (10/6/2023). Hadir pula dalam kesempatan tersebut Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE) serta Ketua WHDI Kabupaten Gianyar Ny. Diana Dewi Agung Mayun. Adapun beberapa kegiatan di hari kedua itu yaitu kegiatan senam “Gemu Fa Mi Re” yang diikuti sangat antusias oleh para peserta yang kompak menggunakan seragam berwarna putih. Acara kemudian dilanjutkan dengan membuat kompos bersama ibu-ibu se-Indonesia dan penanaman pohon durian. Selanjutnya acara ketiga yaitu Edukasi Gizi melalui Penyuluhan dan Demonstrasi Masak. Atas berbagai kegiatan tersebut, Ny. Putri Koster haturkan terima kasih atas kepedulian Ibu Iriana Joko Widodo terhadap lingkungan dan perkembangan gizi anak-anak untuk menghindarkan stunting. Menurutnya dengan kepedulian Ibu Negara bisa menggugah masyarakat terutama para Ibu untuk lebih memperhatikan lingkungan dan anak-anak Indonesia. “Melalui pelajaran pembuatan kompos, kita bisa tahu cara menjaga lingkungan dengan memilah sampah dari rumah tangga, apalagi Bali sudah mempunyai Pergub Bali Nomor 47 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber,” tuturnya dalam kesempatan wawancara. Selain itu, wanita yang akrab disapa Bunda Putri itu pun mengajak kader-kader yang khusus diundang ke Istana Tampak Siring ini untuk ikut mensosialisasikan apa yang sudah disampaikan oleh Ibu Negara. Menurutnya ini merupakan pengalaman serta pelajaran berharga sehingga perlu dibagikan ke lingkungan sekitar. Di lain sisi, pendamping orang nomor satu di Bali itu pun menyinggung tentang edukasi dan pemberian makanan bergizi bagi anak-anak khususnya balita. Seperti yang telah ia gaungkan selama ini dalam aksi sosial dan sosialisasi pada program TP PKK Provinsi Bali, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, salah satunya yaitu dengan pemberian makanan sehat dan bergizi pada anak-anak. Dan ia pun menyampaikan apresiasi karena Ibu Negara juga sangat konsen akan hal tersebut. Di akhir wawancaranya, Ny. Putri Koster berharap agar para kader TP PKK yang khusus diundang pada kesempatan berharga itu untuk terus mengimplementasikannya. “Jangan berhenti sampai di sini saja, mari terus bergerak menjaga lingkungan dan memperhatikan gizi anak-anak kita, untuk mencetak generasi emas berikutnya,” tandasnya. Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang terus menyemangati ibu-ibu dari seluruh Indonesia agar mengabdi untuk lingkungan dan kesehatan anak. Sehingga kegiatan seperti ini tidak hanya berakhir sampai di sini saja, namun terus berlanjut dalam kegiatan sehari-hari.
Sementara, Anita Kesri Wahyuni, pemilik Annie Garden, mengaku senang bisa mengikuti lomba ini dan semakin termotivasi untuk melakukan urban farming di atas rumahnya.
“Saya memang hobi bercocok tanam. Karena selain rumah jadi hijau juga bisa menghasilkan uang dari penjualan bibit tanaman,” tandasnya. (*/cr1)