oleh

Disdik Pekanbaru Masih Rencanakan Penambahan Durasi PTM Terbatas

PEKANBARU – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru masih mengkaji terkait wacana penambahan durasi PTM terbatas.

Saat ini durasi PTM terbatas berlangsung selama empat jam dalam setiap kali pertemuan. Dalam satu minggu hanya ada dua kali pertemuan di sekolah bagi masing-masing pelajar.

“Kalau diizinkan oleh Satgas Covid Pekanbaru, kita ingin tambah harinya lagi. Kita tambah harinya menjadi tiga atau empat kali masuk dalam seminggu,” terang Kepala Disdik Kota Pekanbaru, Ismardi Ilyas, Selasa (7/12).

Baca Juga  KAI Berikan Dapat Bantuan Mobil Operasional untuk PMI Jateng

Menurutnya, wacana penambahan durasi PTM terbatas ini bertujuan mengejar ketertinggalan pembelajaran yang dilakukan dengan sistem daring pada waktu lalu.

Melansir pekanbaru.go.id, pembelajaran yang dilakukan dengan sistem daring beberapa waktu lalu dinilai kurang efektif dan kurang maksimal. Maka dengan tambahan durasi belajar ini diharapkan memaksimalkan pemberian materi pelajaran kepada pelajar.

“Kami akan evaluasi terus. Kajian ini nanti akan kita sampaikan kepada bapak walikota. Jika disetujui, maka bisa kita terapkan untuk mengejar ketertinggalan pelajaran saat daring kemarin,” pungkasnya. (*/cr1)

Baca Juga  Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster berkesempatan mendampingi beberapa kegiatan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin serangkaian kunjungan kerja hari keduanya di pulau dewata, bertempat di Istana Tampak Siring, Gianyar, pada Sabtu (10/6/2023). Hadir pula dalam kesempatan tersebut Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE) serta Ketua WHDI Kabupaten Gianyar Ny. Diana Dewi Agung Mayun. Adapun beberapa kegiatan di hari kedua itu yaitu kegiatan senam “Gemu Fa Mi Re” yang diikuti sangat antusias oleh para peserta yang kompak menggunakan seragam berwarna putih. Acara kemudian dilanjutkan dengan membuat kompos bersama ibu-ibu se-Indonesia dan penanaman pohon durian. Selanjutnya acara ketiga yaitu Edukasi Gizi melalui Penyuluhan dan Demonstrasi Masak. Atas berbagai kegiatan tersebut, Ny. Putri Koster haturkan terima kasih atas kepedulian Ibu Iriana Joko Widodo terhadap lingkungan dan perkembangan gizi anak-anak untuk menghindarkan stunting. Menurutnya dengan kepedulian Ibu Negara bisa menggugah masyarakat terutama para Ibu untuk lebih memperhatikan lingkungan dan anak-anak Indonesia. “Melalui pelajaran pembuatan kompos, kita bisa tahu cara menjaga lingkungan dengan memilah sampah dari rumah tangga, apalagi Bali sudah mempunyai Pergub Bali Nomor 47 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber,” tuturnya dalam kesempatan wawancara. Selain itu, wanita yang akrab disapa Bunda Putri itu pun mengajak kader-kader yang khusus diundang ke Istana Tampak Siring ini untuk ikut mensosialisasikan apa yang sudah disampaikan oleh Ibu Negara. Menurutnya ini merupakan pengalaman serta pelajaran berharga sehingga perlu dibagikan ke lingkungan sekitar. Di lain sisi, pendamping orang nomor satu di Bali itu pun menyinggung tentang edukasi dan pemberian makanan bergizi bagi anak-anak khususnya balita. Seperti yang telah ia gaungkan selama ini dalam aksi sosial dan sosialisasi pada program TP PKK Provinsi Bali, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, salah satunya yaitu dengan pemberian makanan sehat dan bergizi pada anak-anak. Dan ia pun menyampaikan apresiasi karena Ibu Negara juga sangat konsen akan hal tersebut. Di akhir wawancaranya, Ny. Putri Koster berharap agar para kader TP PKK yang khusus diundang pada kesempatan berharga itu untuk terus mengimplementasikannya. “Jangan berhenti sampai di sini saja, mari terus bergerak menjaga lingkungan dan memperhatikan gizi anak-anak kita, untuk mencetak generasi emas berikutnya,” tandasnya. Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang terus menyemangati ibu-ibu dari seluruh Indonesia agar mengabdi untuk lingkungan dan kesehatan anak. Sehingga kegiatan seperti ini tidak hanya berakhir sampai di sini saja, namun terus berlanjut dalam kegiatan sehari-hari.

News Feed