PEKANBARU – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru belum menyerahkan pengelolaan Pasar Wisata Pasar Bawah kepada pemenang tender PT. Ali Akbar Sejahtera (AAS). Saat ini Pasar Wisata masih dikelola oleh Disperindag Kota Pekanbaru.
Kepala Disperindag Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan, pengelolaan pasar belum diserahkan kepada pemenang tender karena saat ini pihaknya tengah melakukan evaluasi terhadap proses hingga penetapan pemenang lelang.
“Belum (diserahkan). Pasar Bawah itu kan kita mau lakukan evaluasi terhadap proses-proses yang sudah kita lakukan kemarin. Nah, setelah evaluasi ini, baru kita tindak lanjuti,” ujar Ingot Ahmad Hutasuhut kepada media, Jumat (12/8).
Dikatakannya, evaluasi dilakukan pada tahapan pemilihan mitra hingga penetapan pemenang. “Namun karena ada masukan-masukan, ini kita lakukan evaluasi kembali terhadap proses (pemilihan mitra) itu,” ujarnya.
Baca Juga Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster berkesempatan mendampingi beberapa kegiatan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin serangkaian kunjungan kerja hari keduanya di pulau dewata, bertempat di Istana Tampak Siring, Gianyar, pada Sabtu (10/6/2023). Hadir pula dalam kesempatan tersebut Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE) serta Ketua WHDI Kabupaten Gianyar Ny. Diana Dewi Agung Mayun. Adapun beberapa kegiatan di hari kedua itu yaitu kegiatan senam “Gemu Fa Mi Re” yang diikuti sangat antusias oleh para peserta yang kompak menggunakan seragam berwarna putih. Acara kemudian dilanjutkan dengan membuat kompos bersama ibu-ibu se-Indonesia dan penanaman pohon durian. Selanjutnya acara ketiga yaitu Edukasi Gizi melalui Penyuluhan dan Demonstrasi Masak. Atas berbagai kegiatan tersebut, Ny. Putri Koster haturkan terima kasih atas kepedulian Ibu Iriana Joko Widodo terhadap lingkungan dan perkembangan gizi anak-anak untuk menghindarkan stunting. Menurutnya dengan kepedulian Ibu Negara bisa menggugah masyarakat terutama para Ibu untuk lebih memperhatikan lingkungan dan anak-anak Indonesia. “Melalui pelajaran pembuatan kompos, kita bisa tahu cara menjaga lingkungan dengan memilah sampah dari rumah tangga, apalagi Bali sudah mempunyai Pergub Bali Nomor 47 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber,” tuturnya dalam kesempatan wawancara. Selain itu, wanita yang akrab disapa Bunda Putri itu pun mengajak kader-kader yang khusus diundang ke Istana Tampak Siring ini untuk ikut mensosialisasikan apa yang sudah disampaikan oleh Ibu Negara. Menurutnya ini merupakan pengalaman serta pelajaran berharga sehingga perlu dibagikan ke lingkungan sekitar. Di lain sisi, pendamping orang nomor satu di Bali itu pun menyinggung tentang edukasi dan pemberian makanan bergizi bagi anak-anak khususnya balita. Seperti yang telah ia gaungkan selama ini dalam aksi sosial dan sosialisasi pada program TP PKK Provinsi Bali, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, salah satunya yaitu dengan pemberian makanan sehat dan bergizi pada anak-anak. Dan ia pun menyampaikan apresiasi karena Ibu Negara juga sangat konsen akan hal tersebut. Di akhir wawancaranya, Ny. Putri Koster berharap agar para kader TP PKK yang khusus diundang pada kesempatan berharga itu untuk terus mengimplementasikannya. “Jangan berhenti sampai di sini saja, mari terus bergerak menjaga lingkungan dan memperhatikan gizi anak-anak kita, untuk mencetak generasi emas berikutnya,” tandasnya. Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang terus menyemangati ibu-ibu dari seluruh Indonesia agar mengabdi untuk lingkungan dan kesehatan anak. Sehingga kegiatan seperti ini tidak hanya berakhir sampai di sini saja, namun terus berlanjut dalam kegiatan sehari-hari.
Menurutnya, evaluasi yang dilakukan untuk memastikan apakah proses itu sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Nantinya, kata Ingot, akan ada penyempurnaan atau ada langkah-langkah lain yang sesuai dengan ketentuan.
Saat ini lanjut Ingot, pihaknya sudah membentuk tim untuk melakukan evaluasi proses pemilihan mitra tersebut. Ia berharap evaluasi ini secepatnya segera selesai.
Pihaknya juga belum memastikan, apakah akan ada pelelangan ulang jika proses pemilihan mitra tidak sesuai ketentuan.
“Sekarang kan belum sampai tahap kesimpulan, sekarang biarkan tim bekerja dulu. Setelah itu nantinya bagaimana kita akan sampaikan secara transparan juga, hasil kerja tim seperti apa,” tutupnya. (*/cr1)