oleh

Kabupaten Temanggung Terjunkan 1.827 Pendamping Keluarga untuk Turunkan Stunting

TEMANGGUNG – Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kabupaten Temanggung menerjunkan sebanyak 1.827 orang pendamping keluarga untuk menurunkan angka kekerdilan (stunting).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPPPAPPKB Kabupaten Temanggung Khabib Mualim mengatakan, kasus anak stunting perlu ditangani lebih serius, karena jumlahnya masih cukup tinggi.

“Kasus stunting berdasar rapat koordinasi terakhir tercatat mencapai 4.200 anak,” kata Khabib, Jumat (10/12/2021) siang.

Namun bila ditelusuri, kasus stunting di Kabupaten Temanggung bisa lebih banyak dari angka tersebut. Sebab banyak di antaranya “lulus” stunting karena usia. Yakni kondisi tubuh masih stunting, tetapi usia telah lebih dari lima tahun.

Baca Juga  Tim UI Meneliti Kasus Stunting di Kabupaten Temanggung

Ia mengatakan, berdasarkan data evaluasi Provinsi Jawa Tengah, kasus kekerdilan di Temanggung terdapat satu anak stunting dari empat anak atau 23 persen dari populasi.

Pemerintah menargetkan tahun 2024 angka kekerdilan turun menjadi 14 persen. Melalui pendampingan, diharapkan Dinas terkait dapat melakukan intervensi agar target yang diharapkan bisa tercapai.

“(Menyikapi) Masih tingginya kasus kekerdilan tersebut, kami telah mempersiapkan tim pendamping keluarga,” katanya, dilansir jatengprov.go.id.

Khabib mengatakan, dari 1.827 pendamping keluarga tersebut, terbagi menjadi 609 tim, masing-masing tim ada tiga orang terdiri atas tenaga kesehatan (Bidan), kader PKK, dan kader KB.

Baca Juga  Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster berkesempatan mendampingi beberapa kegiatan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin serangkaian kunjungan kerja hari keduanya di pulau dewata, bertempat di Istana Tampak Siring, Gianyar, pada Sabtu (10/6/2023). Hadir pula dalam kesempatan tersebut Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE) serta Ketua WHDI Kabupaten Gianyar Ny. Diana Dewi Agung Mayun. Adapun beberapa kegiatan di hari kedua itu yaitu kegiatan senam “Gemu Fa Mi Re” yang diikuti sangat antusias oleh para peserta yang kompak menggunakan seragam berwarna putih. Acara kemudian dilanjutkan dengan membuat kompos bersama ibu-ibu se-Indonesia dan penanaman pohon durian. Selanjutnya acara ketiga yaitu Edukasi Gizi melalui Penyuluhan dan Demonstrasi Masak. Atas berbagai kegiatan tersebut, Ny. Putri Koster haturkan terima kasih atas kepedulian Ibu Iriana Joko Widodo terhadap lingkungan dan perkembangan gizi anak-anak untuk menghindarkan stunting. Menurutnya dengan kepedulian Ibu Negara bisa menggugah masyarakat terutama para Ibu untuk lebih memperhatikan lingkungan dan anak-anak Indonesia. “Melalui pelajaran pembuatan kompos, kita bisa tahu cara menjaga lingkungan dengan memilah sampah dari rumah tangga, apalagi Bali sudah mempunyai Pergub Bali Nomor 47 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber,” tuturnya dalam kesempatan wawancara. Selain itu, wanita yang akrab disapa Bunda Putri itu pun mengajak kader-kader yang khusus diundang ke Istana Tampak Siring ini untuk ikut mensosialisasikan apa yang sudah disampaikan oleh Ibu Negara. Menurutnya ini merupakan pengalaman serta pelajaran berharga sehingga perlu dibagikan ke lingkungan sekitar. Di lain sisi, pendamping orang nomor satu di Bali itu pun menyinggung tentang edukasi dan pemberian makanan bergizi bagi anak-anak khususnya balita. Seperti yang telah ia gaungkan selama ini dalam aksi sosial dan sosialisasi pada program TP PKK Provinsi Bali, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, salah satunya yaitu dengan pemberian makanan sehat dan bergizi pada anak-anak. Dan ia pun menyampaikan apresiasi karena Ibu Negara juga sangat konsen akan hal tersebut. Di akhir wawancaranya, Ny. Putri Koster berharap agar para kader TP PKK yang khusus diundang pada kesempatan berharga itu untuk terus mengimplementasikannya. “Jangan berhenti sampai di sini saja, mari terus bergerak menjaga lingkungan dan memperhatikan gizi anak-anak kita, untuk mencetak generasi emas berikutnya,” tandasnya. Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang terus menyemangati ibu-ibu dari seluruh Indonesia agar mengabdi untuk lingkungan dan kesehatan anak. Sehingga kegiatan seperti ini tidak hanya berakhir sampai di sini saja, namun terus berlanjut dalam kegiatan sehari-hari.

Dikatakan, tim pendamping keluarga bertugas mencari faktor risiko pada calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca bersalin, dan pada ibu/bayi usia sampai dua tahun.

Jika selama pendampingan ditemukan penyakit penyerta dan harus mendapatkan rujukan,maka tim akan melakukan rujukan, agar bayi yang dilahirkan tidak mengalami kekerdilan.

“Melalui pendampingan, kami mempunyai data anak berisiko mengalami kekerdilan, baik anak yang mau dilahirkan maupun yang sudah dilahirkan. Kemudian kami lakukan edukasi supaya tidak jadi kerdil,” katanya.

Baca Juga  Gubernur Jateng Resmikan Separator Biogenic Shallow Gas di Pegundungan

Khabib menuturkan, 1.827 calon pendamping keluarga di 20 kecamatan di Kabupaten Temanggung sudah mengikuti pelatihan pada 29 November hingga 2 Desember 2021. Diharapkan di awal tahun 2022, kegiatan pendampingan bisa dilaksanakan. (*/cr1)

News Feed