oleh

Pelaku Usaha Buka Peluang Pasar Lebih Luas dengan “Digital Marketing”

-Ekonomi, News-17 views

KOTA PEKALONGAN – Para pelaku usaha didorong untuk melakukan perubahan agar tetap bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya dengan pemanfaatan potensi pemasaran secara digital alias daring.

Hal itu disampaikan Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, pada acara Pelatihan Digital Marketing Bagi Wirausaha di Kota Pekalongan, di Hotel Pesonna Pekalongan, beberapa waktu lalu. Menurutnya, jika para pelaku usaha hanya pasif menunggu pembeli datang ke lapaknya, usaha mereka takkan bisa berkembang.

“Walaupun digital marketing ini sudah mulai dilakukan sejak sebelum pandemi, tetapi setelah adanya pandemi ini justru harus lebih gencar dilakukan. Mengingat, adanya sejumlah aturan pembatasan-pembatasan PPKM Level 4 seperti sekarang yang membatasi mereka bertatap muka secara langsung dengan pembeli,” terang Aaf, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan, Joko Purnomo, menyebutkan, kegiatan pelatihan tersebut diikuti oleh 40 orang wirausaha dan pelaku UMKM dari berbagai sektor, seperti kuliner, batik, kerajinan dan sebagainya.

Baca Juga  Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster berkesempatan mendampingi beberapa kegiatan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin serangkaian kunjungan kerja hari keduanya di pulau dewata, bertempat di Istana Tampak Siring, Gianyar, pada Sabtu (10/6/2023). Hadir pula dalam kesempatan tersebut Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE) serta Ketua WHDI Kabupaten Gianyar Ny. Diana Dewi Agung Mayun. Adapun beberapa kegiatan di hari kedua itu yaitu kegiatan senam “Gemu Fa Mi Re” yang diikuti sangat antusias oleh para peserta yang kompak menggunakan seragam berwarna putih. Acara kemudian dilanjutkan dengan membuat kompos bersama ibu-ibu se-Indonesia dan penanaman pohon durian. Selanjutnya acara ketiga yaitu Edukasi Gizi melalui Penyuluhan dan Demonstrasi Masak. Atas berbagai kegiatan tersebut, Ny. Putri Koster haturkan terima kasih atas kepedulian Ibu Iriana Joko Widodo terhadap lingkungan dan perkembangan gizi anak-anak untuk menghindarkan stunting. Menurutnya dengan kepedulian Ibu Negara bisa menggugah masyarakat terutama para Ibu untuk lebih memperhatikan lingkungan dan anak-anak Indonesia. “Melalui pelajaran pembuatan kompos, kita bisa tahu cara menjaga lingkungan dengan memilah sampah dari rumah tangga, apalagi Bali sudah mempunyai Pergub Bali Nomor 47 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber,” tuturnya dalam kesempatan wawancara. Selain itu, wanita yang akrab disapa Bunda Putri itu pun mengajak kader-kader yang khusus diundang ke Istana Tampak Siring ini untuk ikut mensosialisasikan apa yang sudah disampaikan oleh Ibu Negara. Menurutnya ini merupakan pengalaman serta pelajaran berharga sehingga perlu dibagikan ke lingkungan sekitar. Di lain sisi, pendamping orang nomor satu di Bali itu pun menyinggung tentang edukasi dan pemberian makanan bergizi bagi anak-anak khususnya balita. Seperti yang telah ia gaungkan selama ini dalam aksi sosial dan sosialisasi pada program TP PKK Provinsi Bali, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, salah satunya yaitu dengan pemberian makanan sehat dan bergizi pada anak-anak. Dan ia pun menyampaikan apresiasi karena Ibu Negara juga sangat konsen akan hal tersebut. Di akhir wawancaranya, Ny. Putri Koster berharap agar para kader TP PKK yang khusus diundang pada kesempatan berharga itu untuk terus mengimplementasikannya. “Jangan berhenti sampai di sini saja, mari terus bergerak menjaga lingkungan dan memperhatikan gizi anak-anak kita, untuk mencetak generasi emas berikutnya,” tandasnya. Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang terus menyemangati ibu-ibu dari seluruh Indonesia agar mengabdi untuk lingkungan dan kesehatan anak. Sehingga kegiatan seperti ini tidak hanya berakhir sampai di sini saja, namun terus berlanjut dalam kegiatan sehari-hari.

Menurut Joko, pemasaran digital (digital marketing) bisa digunakan untuk mempromosikan produk sekaligus memperluas jangkauan konsumen. Selain media sosial, pemasaran digital dilakukan dengan sarana situs web, blog, atau lewat penyedia jasa pasar daring (marketplace).

“Manfaat yang dilakukan teknik digital marketing sangatlah besar, yakni untuk memperkenalkan produk, jasa, perusahaan pelaku usaha ke ranah publik. (Metode itu) untuk memperkenalkan hingga memasarkan produk yang dijual, sehingga para konsumen menjadi lebih tertarik dari produk yang ditawarkan,” bebernya.

Senada, Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menjelaskan, pemasaran secara digital, baik lewat media sosial maupun situs pasar daring (marketplace), membuka peluang pasar yang lebih luas. Tak hanya terbatas di wilayah Pekalongan tetapi juga ke seluruh dunia,

Baca Juga  Prof KH Didin Hafidhuddin MS: TNI AD Dibawah Kepemimpinan Jenderal Dudung Semakin Amanah dan Dicintai Rakyat

“Hal ini dilakukan supaya membantu usaha mereka lebih dikenal luas ke masyarakat Tidak hanya pembeli lokal saja, tetapi bisa sampai luar daerah di Indonesia bahkan dunia. Kebetulan, Saya sendiri juga pelaku usaha, jadi bisa saling sharing bersama mulai dari mendirikan usaha, pemasaran, hingga mengembangkan usahanya,” imbuh Inggit.

Wajib “Take Away”

Sementara itu, terkait dengan penerapan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, mulai 3 hingga 9 Agustus 2021, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melonggarkan beberapa ketentuannya. Para pedagang di pasar tradisional atau pasar darurat yang menjual kebutuhan pokok, baik kebutuhan harian maupun nonharian, diperbolehkan untuk berjualan. Selain itu, para pelaku usaha bidang kuliner juga diizinkan untuk membuka kembali lapaknya, namun hanya untuk layanan pesan bungkus (take away) dan pesan antar (delivery order).

Baca Juga  Tingkatkan Kolaborasi Penanganan Pandemi Bersama Organisasi Profesi Perawat

“Yang berbeda tentunya wajib prokes. Untuk pasar tiban, Pasar Mataram, pasar burung, semuanya sudah boleh buka, tetapi dengan pembatasan hanya untuk warga ber-KTP Pekalongan yang boleh buka di situ, karena ini untuk mengurai keramaian. Dari Dindagkop-UKM juga sudah ada datanya,” bebernya.

Aturan yang sama juga diberlakukan untuk penyelenggara pernikahan. Pemkot Pekalongan mengizinkan warganya untuk menggelar resepsi pernikahan, dengan syarat pembatasan tamu sebanyak 30 persen dari kapasitas ruangan, serta penerapan protokol kesehatan.

“Ini yang harus dicermati untuk pengelola hotel, gedung, pelaku usaha catering dengan pembatasan 30 persen dari kapasitas ruangan/gedung. Untuk hiburan monggo boleh dilakukan, tetapi wajib takeaway dan tidak boleh ada prasmanan atau makan di tempat, dan protokol kesehatan ini yang kami tekankan lebih penting,” tandasnya. (*/cr1)

Sumber: banten.siberindo.co

 

News Feed