oleh

Pelantikan Rektor Institut Tazkia periode 2023-2027

-News-79 views

Bogor – Yayasan Tazkia Cendekia resmi melantik Rektor dan Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Tazkia periode 2023-2027 di Gedung Al Hambra Andalusia, Sentul, Kabupaten Bogor, pada Rabu (4/1/2023).

Dewan Pembina Yayasan Tazkia Cendekia mengukuhkan Ardhariksa Zukhruf Kurniulloh,M.Med.Kom sebagai rektor.

Owner Yayasan Tazkia Cendekia, Dr.M.Syafi’i Antonio berharap dengan adanya pergantian rektor regenerasi ini dapat mencapai target selama periode menjabatnya rektor dan wakil rektor baru.

“Jadi harapan kita kurang lebih ada sekitar 6 target, pertama target besar bagaimana kita di universitas kemudian kita embracing digital, kemudian bisa menjadi universitas rujukan serta memberikan manfaat yang maksimum kepada mahasiswa,” katanya.(4/1)

Lanjut untuk Tager spesifik, dirinya menginginkan adanya pencapaian peningkatan jumlah mahasiswa, meningkatkan proses belajar mengajar kepada mahasiswa dan meningkatkan kualitas pengikat siswa dari rektor 100 sampai 700 bahkan menjadi guru besar.

“Kita juga berharap agar bisa lebih dekat dengan industri agar bisa lebih memilih kita. Dan kita juga ingin mengambil mahasiswa asing agar dapat melanjutkan program hingga ke tingkat internasional, karena kita sudah menyiapkan program bahasa Inggris dan terakhir target kita bagaimana kita naik dari segi akreditasi,” harapnya.

Baca Juga  1.500 Orang Ditargetkan Ikuti Vaksinasi BPJamsostek di Solo

Sementara itu Ardhariksa saat sambutannya menyebutkan bahwa dirinya akan menjalankan amanah yang diberikan kepadanya dengan penuh integritas dan optimisme untuk menjadikan IAI Tazkia menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan berdaya saing tinggi.

“Kami akan menjalankan amanah yang sangat berharga ini. Saya memohon dukungan kepada semuanya di IAI Tazkia untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” katanya.(4/1)

Menurutnya ada lima poin utama yang akan ia lakukan selama menjalankan roda kepemimpinan di IAI Tazkia, yaitu penataan struktur organisasi, peningkatan pendapatan, mengadopsi paradigma pendidikan formal, penguatan kolaborasi ekosistem, dan mengedepankan kerja sama.

Kegiatan pelantikan itu dirangkaikan dengan acara serah terima jabatan dengan Rektor IAI Tazkia periode 2017-2022, Assoc.Prof. Dr. Murniati Mukhlisin.

Sementara, Ketua I Yayasan Tazkia Cendikia sebagai Ketua Panitia seleksi pansel calon rektor IAI Tazkia Dr Ahmad Mukhlis Yusuf menjelaskan bahwa pendaftaran Bakal Calon Rektor Institut Tazkia 2023-2027 dibuka sejak 18 Oktober hingga 18 Nopember 2022.

Baca Juga  Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster berkesempatan mendampingi beberapa kegiatan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin serangkaian kunjungan kerja hari keduanya di pulau dewata, bertempat di Istana Tampak Siring, Gianyar, pada Sabtu (10/6/2023). Hadir pula dalam kesempatan tersebut Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE) serta Ketua WHDI Kabupaten Gianyar Ny. Diana Dewi Agung Mayun. Adapun beberapa kegiatan di hari kedua itu yaitu kegiatan senam “Gemu Fa Mi Re” yang diikuti sangat antusias oleh para peserta yang kompak menggunakan seragam berwarna putih. Acara kemudian dilanjutkan dengan membuat kompos bersama ibu-ibu se-Indonesia dan penanaman pohon durian. Selanjutnya acara ketiga yaitu Edukasi Gizi melalui Penyuluhan dan Demonstrasi Masak. Atas berbagai kegiatan tersebut, Ny. Putri Koster haturkan terima kasih atas kepedulian Ibu Iriana Joko Widodo terhadap lingkungan dan perkembangan gizi anak-anak untuk menghindarkan stunting. Menurutnya dengan kepedulian Ibu Negara bisa menggugah masyarakat terutama para Ibu untuk lebih memperhatikan lingkungan dan anak-anak Indonesia. “Melalui pelajaran pembuatan kompos, kita bisa tahu cara menjaga lingkungan dengan memilah sampah dari rumah tangga, apalagi Bali sudah mempunyai Pergub Bali Nomor 47 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber,” tuturnya dalam kesempatan wawancara. Selain itu, wanita yang akrab disapa Bunda Putri itu pun mengajak kader-kader yang khusus diundang ke Istana Tampak Siring ini untuk ikut mensosialisasikan apa yang sudah disampaikan oleh Ibu Negara. Menurutnya ini merupakan pengalaman serta pelajaran berharga sehingga perlu dibagikan ke lingkungan sekitar. Di lain sisi, pendamping orang nomor satu di Bali itu pun menyinggung tentang edukasi dan pemberian makanan bergizi bagi anak-anak khususnya balita. Seperti yang telah ia gaungkan selama ini dalam aksi sosial dan sosialisasi pada program TP PKK Provinsi Bali, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, salah satunya yaitu dengan pemberian makanan sehat dan bergizi pada anak-anak. Dan ia pun menyampaikan apresiasi karena Ibu Negara juga sangat konsen akan hal tersebut. Di akhir wawancaranya, Ny. Putri Koster berharap agar para kader TP PKK yang khusus diundang pada kesempatan berharga itu untuk terus mengimplementasikannya. “Jangan berhenti sampai di sini saja, mari terus bergerak menjaga lingkungan dan memperhatikan gizi anak-anak kita, untuk mencetak generasi emas berikutnya,” tandasnya. Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang terus menyemangati ibu-ibu dari seluruh Indonesia agar mengabdi untuk lingkungan dan kesehatan anak. Sehingga kegiatan seperti ini tidak hanya berakhir sampai di sini saja, namun terus berlanjut dalam kegiatan sehari-hari.

Ia menyampaikan bahwa penjaringan Bakal Calon Rektor Tazkia ini dilakukan secara terbuka dan transparan baik kepada internal Sivitas Institut Tazkia maupun dari kalangan eksternal Tazkia dengan harapan mendapatkan kandidat-kandidat terbaik Bakal Calon Rektor Tazkia 2023-2027.

Setelah masa penjaringan Bakal Calon Rektor dilakukan, Panitia Pemilihan Rektor melanjutkan tahapan berikutnya dengan memilih Calon Rektor Tazkia melalui Senat Institut Tazkia sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Yayasan Tazkia Cendekia sebagai Pemberi Mandat.

Ditempat yang sama rektor Institut Agama Islam (IAI) Tazkia sebelumnya, Murniati menyampaikan saat dirinya menjabat dari periode 2017-2022 telah membantu peningkatan pendidikan di Institut Agama Islam Tazkia.

“Dulu sekolah ini adalah sekolah tinggi sekarang sudah menjadi Institut di tahun 2019, kemudian status akreditasi kampus yang tadinya C alhamdulilah sekarang sudah menjadi akreditasi B. Kemudia dari jumlah mahasiswa juga alahmdulilah naik dari waktu ke waktu, dan juga program studi yang baru berjalan,” katanya.

Dirinya juga menuturkan bahwa pihaknya telah mendapatkan penghargaan nasional sebagai kampus ekonomi syariah paling aktif, dan penghargaan internasional sebagai kampus terbaik dalam menyediakan program studi ekonomi dan keuangan syariah.

Baca Juga  Camping Ground di Pesisir Pantai Kelurahan Pulau Panggang Jadi Destinasi Wisata Baru

“Kemudian juga sering mendapatkan kepercayaan memberikan orasi-orasi ilmiah, baik dalam negeri maupun luar negeri. Saya juga alhamdulilah menjadi wakil misi perdamaian dari Indonesia ke Kabul, Afghanistan, dan juga mendapat penghargaan sebagai wanita paling berpengaruh di bidang ekonomi dan keuangan syariah tiga tahun berturut-turut,” tuturnya.

Bukan hanya itu dirinya juga berhasil menjalankan kerja sama nasional dan internasional, salah satunya beasiswa sebesar 105 miliar 5 tahun terakhir ini, dan juga ada bantuan hibah yang kita dapat dari pembangunan kampus maupun pusat halal, dan lain-lain dan alhamdulillah tidak ada ruislah

“Tentu saja yang belum tercapai adalah visi misi, transformasi menjadi universitas belum dilakukan, kemudian kita ingin kampus Alif ini menjadi kampus wakaf dan juga tata kelola harus ada perbaikan – perbaikan baik itu di bidang operasional, yayasan maupun kampus. Kemudian perluasan-perluasan kampus,” tandasnya.
(Humas Tazkia)

News Feed