oleh

Pemkab Purworejo Tiadakan Salat Iduladha di Lapangan atau Masjid

-News-15 views

PURWOREJO – Pemerintah Kabupaten Purworejo secara resmi meniadakan Salat Iduladha berjemaah di lapangan atau masjid tahun ini. Hal itu guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, yang masih mengkhawatirkan.

Upaya lain juga dilakukan pembagian hewan kurban dengan cara diantar ke rumah warga. Aturan tegas tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 17 Tahun 2021​ tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Iduladha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban 1442 H di Wilayah PPKM Darurat.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Purworejo Fatchur​ Rochman menjelaskan, aturan tersebut berlaku bagi semua masyarakat, tak terkecuali. Sehingga, untuk pelaksanaan Salat Iduladha diharapkan di rumah masing-masing.

Baca Juga  Polresta Bandara Soetta Ungkap Kasus Pornografi Anak, Kompolnas Beri Apresiasi

“Untuk tahun ini tidak ada Salat Iduladha di masjid secara berjemaah. Diharapkan salat dilakukan di rumah masing-masing. Pembagian daging kurban juga dengan sistem antar ke rumah,” ujarnya, saat ditemui dalam Forum CVP secara virtual di Command Center, Rabu (14/7/2021).

Nantinya, lanjut dia, pemantauan pelaksanaan rangkaian kegiatan Iduladha akan dilakukan bersama-sama dengan Kepala KUA dan para penyuluh, dengan terjun ke masing-masing desa/kecamatan.

Baca Juga  Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster berkesempatan mendampingi beberapa kegiatan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin serangkaian kunjungan kerja hari keduanya di pulau dewata, bertempat di Istana Tampak Siring, Gianyar, pada Sabtu (10/6/2023). Hadir pula dalam kesempatan tersebut Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE) serta Ketua WHDI Kabupaten Gianyar Ny. Diana Dewi Agung Mayun. Adapun beberapa kegiatan di hari kedua itu yaitu kegiatan senam “Gemu Fa Mi Re” yang diikuti sangat antusias oleh para peserta yang kompak menggunakan seragam berwarna putih. Acara kemudian dilanjutkan dengan membuat kompos bersama ibu-ibu se-Indonesia dan penanaman pohon durian. Selanjutnya acara ketiga yaitu Edukasi Gizi melalui Penyuluhan dan Demonstrasi Masak. Atas berbagai kegiatan tersebut, Ny. Putri Koster haturkan terima kasih atas kepedulian Ibu Iriana Joko Widodo terhadap lingkungan dan perkembangan gizi anak-anak untuk menghindarkan stunting. Menurutnya dengan kepedulian Ibu Negara bisa menggugah masyarakat terutama para Ibu untuk lebih memperhatikan lingkungan dan anak-anak Indonesia. “Melalui pelajaran pembuatan kompos, kita bisa tahu cara menjaga lingkungan dengan memilah sampah dari rumah tangga, apalagi Bali sudah mempunyai Pergub Bali Nomor 47 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber,” tuturnya dalam kesempatan wawancara. Selain itu, wanita yang akrab disapa Bunda Putri itu pun mengajak kader-kader yang khusus diundang ke Istana Tampak Siring ini untuk ikut mensosialisasikan apa yang sudah disampaikan oleh Ibu Negara. Menurutnya ini merupakan pengalaman serta pelajaran berharga sehingga perlu dibagikan ke lingkungan sekitar. Di lain sisi, pendamping orang nomor satu di Bali itu pun menyinggung tentang edukasi dan pemberian makanan bergizi bagi anak-anak khususnya balita. Seperti yang telah ia gaungkan selama ini dalam aksi sosial dan sosialisasi pada program TP PKK Provinsi Bali, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, salah satunya yaitu dengan pemberian makanan sehat dan bergizi pada anak-anak. Dan ia pun menyampaikan apresiasi karena Ibu Negara juga sangat konsen akan hal tersebut. Di akhir wawancaranya, Ny. Putri Koster berharap agar para kader TP PKK yang khusus diundang pada kesempatan berharga itu untuk terus mengimplementasikannya. “Jangan berhenti sampai di sini saja, mari terus bergerak menjaga lingkungan dan memperhatikan gizi anak-anak kita, untuk mencetak generasi emas berikutnya,” tandasnya. Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang terus menyemangati ibu-ibu dari seluruh Indonesia agar mengabdi untuk lingkungan dan kesehatan anak. Sehingga kegiatan seperti ini tidak hanya berakhir sampai di sini saja, namun terus berlanjut dalam kegiatan sehari-hari.

Sedangkan untuk ASN dan non-ASN di bawah Kemenag, secara khusus dilarang untuk melaksanakan kegiatan Iduladha bersama-sama di masyarakat.

“Untuk kami sendiri, ASN dan non-ASN di bawah Kemenag, kami larang semuanya untuk melaksanakan bersama-sama di masyarakat. Kami siap menindak bagi ASN dan non-ASN dibawah Kemenag yang melanggar. Sedangkan bagi masyarakat yang melanggar diserahkan kepada aparat dan pemda untuk ditindak,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Purworejo, Agus Bastian meminta seluruh masyarakat Purworejo, agar dapat mematuhi pedoman teknis kegiatan pada rangkaian ibadah Iduladha, yang telah dikeluarkan oleh Kemenag.

Baca Juga  Meriahkan HUT ke-7, SMSI Sultra Gandeng PMI Gelar Donor Darah

“Saya meyakini pedoman pelaksanaan Iduladha merupakan langkah terbaik yang diambil oleh pemerintah, sebagai bagian dari ikhtiar kita dalam menghadapi pandemi ini,” kata bupati.

Selama PPKM Darurat, lanjutnya, Kabupaten Purworejo telah menerapkan kebijakan untuk mematikan penerangan jalan umum (PJU) selama 24 jam. Hal ini dimaksudkan, agar mengurangi mobilitas masyarakat sekaligus menindaklanjuti Instruksi Menko Marves pada rapat koordinasi evaluasi PPKM Darurat Jawa-Bali.

“Saya berharap seluruh masyarakat dapat memaklumi kebijakan tersebut,” pungkasnya. (*/cr1)

Sumber: jatengprov.go.id

News Feed