oleh

Pemprov Jateng Gelar Program Magang ke Jepang 2022

-News-31 views

SEMARANG – Program magang ke Jepang 2022 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, menyedot animo tinggi dari masyarakat. Program itu diharap bisa ikut mengentaskan warga Jawa Tengah dari garis kemiskinan.

Seorang calon peserta Program Magang Jepang, Abdul Rosyid mengaku antusias mengikuti seleksi. Ia menyebut keikutsertaannya untuk mengubah nasib dan mewujudkan asanya memunyai sebuah bengkel sepeda motor.

Ditemui saat seleksi fisik, pria asal Pemalang itu mengaku mengetahui program ini dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Dari informasi tersebut ia kemudian memberanikan diri ikut seleksi.

“Cita-cita punya bengkel dan membuka usaha toko sembako. Saudara saya juga pernah mengikuti magang ke Jepang ini juga, katanya kerja di Jepang itu nyaman. Dan itu sudah terbukti, saudara saya sudah punya usaha dari upah magang di Jepang. Nah, saya ingin kerja di sana untuk mengumpulkan modal,” urainya.

Baca Juga  RW 02 Cilangkap Ditanami Aneka Jenis Pohon

Sekretaris Disnakertrans Jateng Defransisco Dasilva Tavares mengatakan, program itu dibuka mulai Senin (10/10/2022). Namun, rangkaian seleksi dan pelatihan serta pemberangkatan berjalan hingga awal 2023.

Ia menjelaskan, program itu dikhususkan bagi warga ber-KTP Jawa Tengah. Fransisco menyebut, saat pendaftaran sebanyak 496 orang antusias mengikuti, sementara mereka yang ikut seleksi ada 275 orang.

“Program magang ke Jepang ini diprioritaskan untuk orang kurang mampu, karena ini semua tahapan kan free (gratis) tidak ada pungutan apapun. Ini sejalan dengan program pemerintah, untuk pengentasan kemiskinan dan pengurangan jumlah orang miskin,” jelasnya Senin (17/10/2022).

Baca Juga  Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster berkesempatan mendampingi beberapa kegiatan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin serangkaian kunjungan kerja hari keduanya di pulau dewata, bertempat di Istana Tampak Siring, Gianyar, pada Sabtu (10/6/2023). Hadir pula dalam kesempatan tersebut Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE) serta Ketua WHDI Kabupaten Gianyar Ny. Diana Dewi Agung Mayun. Adapun beberapa kegiatan di hari kedua itu yaitu kegiatan senam “Gemu Fa Mi Re” yang diikuti sangat antusias oleh para peserta yang kompak menggunakan seragam berwarna putih. Acara kemudian dilanjutkan dengan membuat kompos bersama ibu-ibu se-Indonesia dan penanaman pohon durian. Selanjutnya acara ketiga yaitu Edukasi Gizi melalui Penyuluhan dan Demonstrasi Masak. Atas berbagai kegiatan tersebut, Ny. Putri Koster haturkan terima kasih atas kepedulian Ibu Iriana Joko Widodo terhadap lingkungan dan perkembangan gizi anak-anak untuk menghindarkan stunting. Menurutnya dengan kepedulian Ibu Negara bisa menggugah masyarakat terutama para Ibu untuk lebih memperhatikan lingkungan dan anak-anak Indonesia. “Melalui pelajaran pembuatan kompos, kita bisa tahu cara menjaga lingkungan dengan memilah sampah dari rumah tangga, apalagi Bali sudah mempunyai Pergub Bali Nomor 47 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber,” tuturnya dalam kesempatan wawancara. Selain itu, wanita yang akrab disapa Bunda Putri itu pun mengajak kader-kader yang khusus diundang ke Istana Tampak Siring ini untuk ikut mensosialisasikan apa yang sudah disampaikan oleh Ibu Negara. Menurutnya ini merupakan pengalaman serta pelajaran berharga sehingga perlu dibagikan ke lingkungan sekitar. Di lain sisi, pendamping orang nomor satu di Bali itu pun menyinggung tentang edukasi dan pemberian makanan bergizi bagi anak-anak khususnya balita. Seperti yang telah ia gaungkan selama ini dalam aksi sosial dan sosialisasi pada program TP PKK Provinsi Bali, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, salah satunya yaitu dengan pemberian makanan sehat dan bergizi pada anak-anak. Dan ia pun menyampaikan apresiasi karena Ibu Negara juga sangat konsen akan hal tersebut. Di akhir wawancaranya, Ny. Putri Koster berharap agar para kader TP PKK yang khusus diundang pada kesempatan berharga itu untuk terus mengimplementasikannya. “Jangan berhenti sampai di sini saja, mari terus bergerak menjaga lingkungan dan memperhatikan gizi anak-anak kita, untuk mencetak generasi emas berikutnya,” tandasnya. Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang terus menyemangati ibu-ibu dari seluruh Indonesia agar mengabdi untuk lingkungan dan kesehatan anak. Sehingga kegiatan seperti ini tidak hanya berakhir sampai di sini saja, namun terus berlanjut dalam kegiatan sehari-hari.

Fransisco menjelaskan, seleksi diadakan untuk memilih orang yang tepat guna mengikuti program magang. Hal itu terkait dengan musim di Jepang, dan budaya kerja yang sangat ketat.

“Tes ini menggandeng International Man Power Japan dan Kemenaker RI. Alasan ada tes, (karena di sana) ada empat musim, dan etos kerja di sana kan kencang. Perlu semangat tinggi,” sebutnya, dilansir jatengprov.go.id.

Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnakertrans Jateng Masduqi mengatakan, selain tes fisik para peserta yang lolos juga akan dibekali bahasa dan budaya Jepang. Adapun, jenis pekerjaan yang akan dilakukan meliputi berbagai bidang, mulai dari pekerja pabrik hingga jasa.

Baca Juga  Kapolda Kalbar Hadiri Silaturahmi Bersama Perkumpulan Merah Putih

“Mereka akan kerja di berbagai sektor, contohnya pertanian, konstruksi manufaktur, hingga care giver (perawat). Jadi di Jepang mereka akan bekerja selama tiga tahun,” jelasnya.

Masduqi mengurai, selama persiapan peserta dibiayai oleh APBD Jateng, mulai dari penginapan, hingga pelatihan. Namun demikian, untuk biaya transportasi dan pengecekan kesehatan ditanggung para peserta

“Tes fisik pelatihan bahasa selama lebih kurang 10 bulan di Jateng. Jika lolos, mereka kemudian difasilitasi Kementerian Tenaga Kerja sifatnya gratis. Pendaftaran dan pelatihan kita fasilitasi pelatihan di Jateng kita fasilitas,” pungkasnya. (*/cr1)

News Feed