oleh

Sekolah Dihimbau untuk Atur Alur Pulang Peserta Didik Selama PTM

-News-24 views

PEKANBARU – Sekolah harus mengatur alur kepulangan peserta didik selama pertemuan tatap muka atau PTM terbatas di Kota Pekanbaru. Adanya pengaturan alur kepulangan untuk mencegah kerumunan saat pulang sekolah.

“Atur alur kepulangan peserta didik, lalu konsisten ikuti prokes secara ketat,” terang Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru, Ismardi Ilyas, Jumat (29/10).

Baca Juga  Ganjar Tinjau Pelaksanaan PTM 100 Persen di Semarang

Dirinya mengingatkan saat peserta didik pulang harus ada sejumlah guru yang menjadi anggota satgas melakukan pengawasan. Mereka harus mencegah terjadinya kerumunan saat pulang sekolah.

“Saat ini kita mendapati jumlah guru belum bisa mengawasi seluruh anak yang pulang sekolah,” ulasnya, dilansir pekanbaru.go.id.

Ismardi sudah mengumpulkan para kepala sekolah agar memperketat protokol kesehatan di sekolah. Mereka harus mengikuti protokol kesehatan sesuai SOP yang ada.

Baca Juga  Tim Polda Lampung Melakukan Pendataan Kepada Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ182

Fasilitas pendukung protokol kesehatan juga harus dilengkapi. Kepala sekolah bisa mengawasi langsung penerapan protokol kesehatan bersama satgas Covid-19 di sekolah.

“Maka kepala sekolah harus aktif bersama satgas, kalau pengawasannya baik tidak ada masalah selama PTM ini,” jelasnya.

Dirinya bersyukur hingga kini belum ada peserta didik yang terkonfirmasi positif Covid-19. Ia mengaku kondisinya masih aman.

Baca Juga  Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster berkesempatan mendampingi beberapa kegiatan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin serangkaian kunjungan kerja hari keduanya di pulau dewata, bertempat di Istana Tampak Siring, Gianyar, pada Sabtu (10/6/2023). Hadir pula dalam kesempatan tersebut Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE) serta Ketua WHDI Kabupaten Gianyar Ny. Diana Dewi Agung Mayun. Adapun beberapa kegiatan di hari kedua itu yaitu kegiatan senam “Gemu Fa Mi Re” yang diikuti sangat antusias oleh para peserta yang kompak menggunakan seragam berwarna putih. Acara kemudian dilanjutkan dengan membuat kompos bersama ibu-ibu se-Indonesia dan penanaman pohon durian. Selanjutnya acara ketiga yaitu Edukasi Gizi melalui Penyuluhan dan Demonstrasi Masak. Atas berbagai kegiatan tersebut, Ny. Putri Koster haturkan terima kasih atas kepedulian Ibu Iriana Joko Widodo terhadap lingkungan dan perkembangan gizi anak-anak untuk menghindarkan stunting. Menurutnya dengan kepedulian Ibu Negara bisa menggugah masyarakat terutama para Ibu untuk lebih memperhatikan lingkungan dan anak-anak Indonesia. “Melalui pelajaran pembuatan kompos, kita bisa tahu cara menjaga lingkungan dengan memilah sampah dari rumah tangga, apalagi Bali sudah mempunyai Pergub Bali Nomor 47 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber,” tuturnya dalam kesempatan wawancara. Selain itu, wanita yang akrab disapa Bunda Putri itu pun mengajak kader-kader yang khusus diundang ke Istana Tampak Siring ini untuk ikut mensosialisasikan apa yang sudah disampaikan oleh Ibu Negara. Menurutnya ini merupakan pengalaman serta pelajaran berharga sehingga perlu dibagikan ke lingkungan sekitar. Di lain sisi, pendamping orang nomor satu di Bali itu pun menyinggung tentang edukasi dan pemberian makanan bergizi bagi anak-anak khususnya balita. Seperti yang telah ia gaungkan selama ini dalam aksi sosial dan sosialisasi pada program TP PKK Provinsi Bali, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, salah satunya yaitu dengan pemberian makanan sehat dan bergizi pada anak-anak. Dan ia pun menyampaikan apresiasi karena Ibu Negara juga sangat konsen akan hal tersebut. Di akhir wawancaranya, Ny. Putri Koster berharap agar para kader TP PKK yang khusus diundang pada kesempatan berharga itu untuk terus mengimplementasikannya. “Jangan berhenti sampai di sini saja, mari terus bergerak menjaga lingkungan dan memperhatikan gizi anak-anak kita, untuk mencetak generasi emas berikutnya,” tandasnya. Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang terus menyemangati ibu-ibu dari seluruh Indonesia agar mengabdi untuk lingkungan dan kesehatan anak. Sehingga kegiatan seperti ini tidak hanya berakhir sampai di sini saja, namun terus berlanjut dalam kegiatan sehari-hari.

Apalagi saat ini mayoritas sekolah sudah menerapkan belajar hingga empat jam. Ia mengingatkan agar pihak sekolah waspadai penularan Covid-19. (*/cr1)

News Feed