TEMANGGUNG – Sentra Kreasi Atensi (SKA) Kartini yang berlokasi di kompleks Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini di Jalan Kartini Temanggung, secara konsisten memberikan asistensi rehabilitasi pada semua pemerlu layanan kesejahteraan sosial. Di antaranya, disabilitas dari berbagai jenis kecacatan, anak putus sekolah, wanita rawan sosial ekonomi, hingga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Humas BBRSPDI Kartini Temanggung yang juga seorang Penyuluh Sosial, Nurul Chomariah, mengutarakan, proses berdirinya SKA ini tergolong amat mendadak. Mulanya tim dari BBRSPDI menghadiri peresmian SKA yang hampir sama di Pangudi Luhur Bekasi, ketika itu, Menteri Sosial langsung meminta mereka untuk mendirikan SKA juga.
“Kami langsung mempersiapkannya, dan selang beberapa hari Sentra Kreasi Atensi kami diresmikan,” ujar Nurul, Selasa (10/8/2021).
Tempat usaha untuk sentra kreasi itu menggunakan salah satu bangunan di BBRSPDI. Lokasinya tepat di sebelah kedai kopi yang semula didirikan untuk pelatihan siswa disabilitas intelektual yang bersekolah di BBRSPDI Kartini.
Namun sentra kreasi ini tidak hanya mewadahi kalangan disabilitas intelektual saja, tapi juga disabilitas fisik dan para pemerlu kesejahteraan sosial lainnya.
Baca Juga Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster berkesempatan mendampingi beberapa kegiatan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin serangkaian kunjungan kerja hari keduanya di pulau dewata, bertempat di Istana Tampak Siring, Gianyar, pada Sabtu (10/6/2023). Hadir pula dalam kesempatan tersebut Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE) serta Ketua WHDI Kabupaten Gianyar Ny. Diana Dewi Agung Mayun. Adapun beberapa kegiatan di hari kedua itu yaitu kegiatan senam “Gemu Fa Mi Re” yang diikuti sangat antusias oleh para peserta yang kompak menggunakan seragam berwarna putih. Acara kemudian dilanjutkan dengan membuat kompos bersama ibu-ibu se-Indonesia dan penanaman pohon durian. Selanjutnya acara ketiga yaitu Edukasi Gizi melalui Penyuluhan dan Demonstrasi Masak. Atas berbagai kegiatan tersebut, Ny. Putri Koster haturkan terima kasih atas kepedulian Ibu Iriana Joko Widodo terhadap lingkungan dan perkembangan gizi anak-anak untuk menghindarkan stunting. Menurutnya dengan kepedulian Ibu Negara bisa menggugah masyarakat terutama para Ibu untuk lebih memperhatikan lingkungan dan anak-anak Indonesia. “Melalui pelajaran pembuatan kompos, kita bisa tahu cara menjaga lingkungan dengan memilah sampah dari rumah tangga, apalagi Bali sudah mempunyai Pergub Bali Nomor 47 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber,” tuturnya dalam kesempatan wawancara. Selain itu, wanita yang akrab disapa Bunda Putri itu pun mengajak kader-kader yang khusus diundang ke Istana Tampak Siring ini untuk ikut mensosialisasikan apa yang sudah disampaikan oleh Ibu Negara. Menurutnya ini merupakan pengalaman serta pelajaran berharga sehingga perlu dibagikan ke lingkungan sekitar. Di lain sisi, pendamping orang nomor satu di Bali itu pun menyinggung tentang edukasi dan pemberian makanan bergizi bagi anak-anak khususnya balita. Seperti yang telah ia gaungkan selama ini dalam aksi sosial dan sosialisasi pada program TP PKK Provinsi Bali, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, salah satunya yaitu dengan pemberian makanan sehat dan bergizi pada anak-anak. Dan ia pun menyampaikan apresiasi karena Ibu Negara juga sangat konsen akan hal tersebut. Di akhir wawancaranya, Ny. Putri Koster berharap agar para kader TP PKK yang khusus diundang pada kesempatan berharga itu untuk terus mengimplementasikannya. “Jangan berhenti sampai di sini saja, mari terus bergerak menjaga lingkungan dan memperhatikan gizi anak-anak kita, untuk mencetak generasi emas berikutnya,” tandasnya. Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang terus menyemangati ibu-ibu dari seluruh Indonesia agar mengabdi untuk lingkungan dan kesehatan anak. Sehingga kegiatan seperti ini tidak hanya berakhir sampai di sini saja, namun terus berlanjut dalam kegiatan sehari-hari.
“Modal awalnya dari Kemensos, namun tidak bisa kami sebutkan nilainya. Ini sudah dilepas dan kami yang mengelola,” ujar Nurul.
Ada banyak jenis usaha dalam wadah SKA ini. Yakni kafe, galeri untuk memasarkan produk disabilitas, terutama batik ciprat dan produk Shelter Workshop Peduli (SWP). Jenis usaha lainnya ada laundry, toko Kartini Mart, penjualan tanaman hias, ditambah jasa pijat yang beroperasi mulai Bulan Juli lalu.
“Di tiap unit usaha ada pendamping sosial yang memandu mereka, sehingga para disabilitas bisa belajar usaha di sini,” imbuhnya.
Menurut Nurul, progres usaha kafe, galeri, dan tanaman hias cukup bagus. Namun jenis usaha lainnya masih perlu upaya pengembangan.
“Tanaman hias yang dikelola disabilitas intelektual kerap dibawa mengikuti pameran. Juga produk yang dipajang di galeri selalu laku keras tiap diikutsertakan dalam pameran,” pungkasnya. (*/cr1)
Sumber: aceh.siberindo.co