oleh

Tim UI Meneliti Kasus Stunting di Kabupaten Temanggung

-News-8 views

TEMANGGUNG – Tim Penelitian dari Universitas Indonesia (UI) yang dipimpin sosiolog senior sekaligus guru besar UI Prof Paulus Wirutomo akan melakukan penelitian tentang kasus stunting di Kabupaten Temanggung.

Tim ini bergerak bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dan bersinergi dengan sejumlah OPD hingga pemerintah desa.

Paulus Wirutomo menuturkan, tim peneliti akan melakukan kajian stunting di Kabupaten Temanggung dengan segala persoalan di baliknya, misalnya perkawinan anak.

Ia menyebutkan, ada dua desa yang akan diteliti selama satu pekan yakni Desa Wadas, Kecamatan Kandangan dan Desa Tanurejo, Kecamatan Bansari. Hasil penelitian tersebut akan dijadikan model perencanaan secara nasional dalam penurunan stunting.

“Stunting itu penyebabnya masih membingungkan, karena faktornya banyak. Oleh karena itu, kami akan teliti, kita ambil bagaimana pemecahan masalahnya. Metode penelitian kita menggunakan Focus Grup Discussion (FGD), jadi akan diskusi kelompok bersama ibu-ibu atau bapak-bapak hasilnya menjadi dasar landasan kami. Kedua, kita akan melakukan wawancara mendalam dengan para tokoh, supaya permasalahan di FGD bisa kita dalami,” katanya pada pertemuan dengan Pemkab Temanggung di Loka Bhakti Praja, Kamis (7/4/2022).

Baca Juga  KKP Lepaskan 401.408 Benih Lobster Hasil Selundupan

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Femmy Eka kartika Putri mengatakan, kedatangannya untuk mengantarkan tim kajian yang dipimpin Prof Paulus, guna mencari penyebab stunting. Ia mengatakan, penelitian ini merupakan sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah.

“Selain penelitian ini kita juga akan mendorong revitalisasi KUA, karena penting sebab di dalamnya ada bimbingan perkawinan. Kami berharap, tim kajian bisa bekerja dengan baik dan diterima, supaya mendapat informasi yang diharapkan, supaya Pemkab Temanggung dapat mengetahui betul akar masalah stunting termasuk pembangunan SDM nya,” katanya, dilansir jatengprov.go.id.

Bupati Temanggung HM Al Khadziq menyambut baik penelitian ini, karena kajian secara ilmiah dapat dijadikan pijakan Pemkab Temanggung untuk mengambil keputusan atas persoalan stunting di wilayahnya. Menurutnya, selama ini baru sampai tahap hipotesa saja apa penyebab masalah stunting.

Baca Juga  UP PPKUKM DKI Jakarta Lakukan Pelayanan Sidang UTTP di 15 Lokbin

Beberapa hipotesa penyebab masalah stunting di Temanggung di antaranya adalah perkawinan dini, tingkat kepedulian masyarakat yang masih rendah, asupan gizi yang kurang karena pandemi Covid-19, dan tingkat ekonomi atau kemiskinan di masyarakat.

“Selama ini, kita hanya berandai-andai saja dengan hipotesa-hipotesa. Maka melalui penelitian akan ditemukan jawaban pasti penyebab tingginya stunting itu apa,” ujarnya.

Baca Juga  Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster berkesempatan mendampingi beberapa kegiatan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin serangkaian kunjungan kerja hari keduanya di pulau dewata, bertempat di Istana Tampak Siring, Gianyar, pada Sabtu (10/6/2023). Hadir pula dalam kesempatan tersebut Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE) serta Ketua WHDI Kabupaten Gianyar Ny. Diana Dewi Agung Mayun. Adapun beberapa kegiatan di hari kedua itu yaitu kegiatan senam “Gemu Fa Mi Re” yang diikuti sangat antusias oleh para peserta yang kompak menggunakan seragam berwarna putih. Acara kemudian dilanjutkan dengan membuat kompos bersama ibu-ibu se-Indonesia dan penanaman pohon durian. Selanjutnya acara ketiga yaitu Edukasi Gizi melalui Penyuluhan dan Demonstrasi Masak. Atas berbagai kegiatan tersebut, Ny. Putri Koster haturkan terima kasih atas kepedulian Ibu Iriana Joko Widodo terhadap lingkungan dan perkembangan gizi anak-anak untuk menghindarkan stunting. Menurutnya dengan kepedulian Ibu Negara bisa menggugah masyarakat terutama para Ibu untuk lebih memperhatikan lingkungan dan anak-anak Indonesia. “Melalui pelajaran pembuatan kompos, kita bisa tahu cara menjaga lingkungan dengan memilah sampah dari rumah tangga, apalagi Bali sudah mempunyai Pergub Bali Nomor 47 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber,” tuturnya dalam kesempatan wawancara. Selain itu, wanita yang akrab disapa Bunda Putri itu pun mengajak kader-kader yang khusus diundang ke Istana Tampak Siring ini untuk ikut mensosialisasikan apa yang sudah disampaikan oleh Ibu Negara. Menurutnya ini merupakan pengalaman serta pelajaran berharga sehingga perlu dibagikan ke lingkungan sekitar. Di lain sisi, pendamping orang nomor satu di Bali itu pun menyinggung tentang edukasi dan pemberian makanan bergizi bagi anak-anak khususnya balita. Seperti yang telah ia gaungkan selama ini dalam aksi sosial dan sosialisasi pada program TP PKK Provinsi Bali, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, salah satunya yaitu dengan pemberian makanan sehat dan bergizi pada anak-anak. Dan ia pun menyampaikan apresiasi karena Ibu Negara juga sangat konsen akan hal tersebut. Di akhir wawancaranya, Ny. Putri Koster berharap agar para kader TP PKK yang khusus diundang pada kesempatan berharga itu untuk terus mengimplementasikannya. “Jangan berhenti sampai di sini saja, mari terus bergerak menjaga lingkungan dan memperhatikan gizi anak-anak kita, untuk mencetak generasi emas berikutnya,” tandasnya. Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang terus menyemangati ibu-ibu dari seluruh Indonesia agar mengabdi untuk lingkungan dan kesehatan anak. Sehingga kegiatan seperti ini tidak hanya berakhir sampai di sini saja, namun terus berlanjut dalam kegiatan sehari-hari.

Ia berharap, begitu ditemukan jawaban pasti secara ilmiah, maka akan diambil menjadi dasar pengambilan kebijakan bagi Pemkab Temanggung dalam penanganan stunting. Melalui penelitian ini, Temanggung juga akan menjadi wilayah percontohan penanganan stunting bagi daerah lain di seluruh Indonesia.

“Begitu ditemukan jawaban pasti secara ilmiah, akan kita ambil menjadi dasar pengambilan kebijakan pemerintah dalam penanganan stunting. Insyaallah dilakukan mulai tahun ini sampai tahun-tahun berikutnya,” tandasnya.(*/cr1)

News Feed