oleh

Bus Vaksin Jateng akan Jangkau Daerah Pelayanan Vaksinasi Masih Rendah

MAGELANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah meningkatkan vaksinasi, di area desitinasi wisata superprioritas di Borobudur, Kabupaten Magelang. Mereka meluncurkan dua unit bus vaksin yang akan menyasar daerah dengan vaksin yang masih rendah.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, pihaknya meluncurkan bus vaksin yang diberi nama Vaccine Mobile Team. Hal itu dalam rangka meningkatkan percepatan vaksinasi, menjangkau daerah yang akses terhadap pelayakan vaksinasinya rendah.

“Bus akan keliling terutama di kabupaten yang cakupan vaksinnya masih rendah akan kita bantu. Seperti Magelang, Brebes, Pekalongan, Purbalingga, Purworejo, dan lainnya,” kata Yuli, di lokasi peluncuran bus vaksin di Kebun Buah Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Rabu (8/9/2021).

Baca Juga  Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster berkesempatan mendampingi beberapa kegiatan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin serangkaian kunjungan kerja hari keduanya di pulau dewata, bertempat di Istana Tampak Siring, Gianyar, pada Sabtu (10/6/2023). Hadir pula dalam kesempatan tersebut Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE) serta Ketua WHDI Kabupaten Gianyar Ny. Diana Dewi Agung Mayun. Adapun beberapa kegiatan di hari kedua itu yaitu kegiatan senam “Gemu Fa Mi Re” yang diikuti sangat antusias oleh para peserta yang kompak menggunakan seragam berwarna putih. Acara kemudian dilanjutkan dengan membuat kompos bersama ibu-ibu se-Indonesia dan penanaman pohon durian. Selanjutnya acara ketiga yaitu Edukasi Gizi melalui Penyuluhan dan Demonstrasi Masak. Atas berbagai kegiatan tersebut, Ny. Putri Koster haturkan terima kasih atas kepedulian Ibu Iriana Joko Widodo terhadap lingkungan dan perkembangan gizi anak-anak untuk menghindarkan stunting. Menurutnya dengan kepedulian Ibu Negara bisa menggugah masyarakat terutama para Ibu untuk lebih memperhatikan lingkungan dan anak-anak Indonesia. “Melalui pelajaran pembuatan kompos, kita bisa tahu cara menjaga lingkungan dengan memilah sampah dari rumah tangga, apalagi Bali sudah mempunyai Pergub Bali Nomor 47 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber,” tuturnya dalam kesempatan wawancara. Selain itu, wanita yang akrab disapa Bunda Putri itu pun mengajak kader-kader yang khusus diundang ke Istana Tampak Siring ini untuk ikut mensosialisasikan apa yang sudah disampaikan oleh Ibu Negara. Menurutnya ini merupakan pengalaman serta pelajaran berharga sehingga perlu dibagikan ke lingkungan sekitar. Di lain sisi, pendamping orang nomor satu di Bali itu pun menyinggung tentang edukasi dan pemberian makanan bergizi bagi anak-anak khususnya balita. Seperti yang telah ia gaungkan selama ini dalam aksi sosial dan sosialisasi pada program TP PKK Provinsi Bali, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, salah satunya yaitu dengan pemberian makanan sehat dan bergizi pada anak-anak. Dan ia pun menyampaikan apresiasi karena Ibu Negara juga sangat konsen akan hal tersebut. Di akhir wawancaranya, Ny. Putri Koster berharap agar para kader TP PKK yang khusus diundang pada kesempatan berharga itu untuk terus mengimplementasikannya. “Jangan berhenti sampai di sini saja, mari terus bergerak menjaga lingkungan dan memperhatikan gizi anak-anak kita, untuk mencetak generasi emas berikutnya,” tandasnya. Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang terus menyemangati ibu-ibu dari seluruh Indonesia agar mengabdi untuk lingkungan dan kesehatan anak. Sehingga kegiatan seperti ini tidak hanya berakhir sampai di sini saja, namun terus berlanjut dalam kegiatan sehari-hari.

Peluncuran bus juga dalam rangka mendukung desitinasi wisata superprioritas di Borobudur. Peluncuran dilakukan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Vaccine Mobile Team atau Tim Vaksinasi Bergerak akan bergerak dari desa ke desa terutama di remote area atau area yang jauh dari pusat vaksinasi. Hal itu merupakan bentuk pelayanan jemput bola.

Tim itu akan mengutamakan pada kelompok rentan seperti lansia, disabilitas, ibu hamil, dan yang menderita penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes. Dengan demikian ini bisa mendekatkan pada pelayanan vaksinasi.

“Setiap bus melayani sekitar 300 orang. Sementara kita sudah siap dengan dua tim. Masing-masing tim terdiri dari bus, pelayanan, dan didukung ambulans. Timnya ada dokter, perawat, petugas administrasi, driver bus, dan pembantunya. Itu satu tim yang akan terus bergerak ke seluruh Jawa Tengah,” terang Yuli.

Baca Juga  Pelaku Usaha Buka Peluang Pasar Lebih Luas dengan “Digital Marketing”

Menurutnya, vaksin yang disediakan tergantung dari persediaan yang ada, seperti Sinovac, Astrazeneca, Moderna, atau lainnya. Agar bisa ikut vaksin di bus itu, ada persyaratan yang harus dipenuhi. Warga akan terlebih dulu akan didaftar oleh kepala desa, atau lurah masing-masing, lalu ditentukan tempatnya, dijadwal harinya, kemudian tim akan datang untuk melayani masyarakat di Jawa Tengah, utamanya di pelosok-pelosok.

Yuli menerangkan, jumlah vaksinasi di Jateng sampai hari ini yang sudah disuntik vaksin 12 .413.000 dosis, yang diberikan kepada 7.855.000 orang lebih atau 27,4 persen. Sedangkan di Kabupaten Magelang, capaiannya baru 16,28 persen.

Baca Juga  Lagi, Tim Gabungan Temukan Dua Korban Longsor di Sumedang

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan, pihaknya memang mencoba melakukan percepatan vaksinasi. Dengan adanya bus vaksin atau vaksinasi bergerak diharapkan akan bisa menjangkau area yang terpencil.

“Hari ini di destinasi wisata prioritas kita mencoba lakukan percepatan. Mudah-mudahan nanti bisa membantu pariwisata cepat aman,” kata Ganjar.

Ditambahkan, saat ini baru ada dua unit bus vaksin bergerak. Rencananya nanti akan ada lagi tiga unit bus. Bus itu akan menyebar ke daerah di Jawa Tengah, dengan harapan, mereka yang masuk dalam prioritas seperti lansia, komorbid dan berisiko tinggi bisa divaksin dengan cepat. (*/cr1)

Sumber: banten.siberindo.co

News Feed