oleh

DP3A Aceh: UMKM Berperan Penting dalam Kehidupan Perekonomian Keluarga

-News-18 views

Sin.co.id-Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh, Meutia Juliana menyebutkan bahwa UMKM berperan penting dalam kehidupan perekonomian keluarga.

Hal tersebut disampaikan Meutia Juliana saat menghadiri Pelatihan Community Leaders dengan tema “Insan PNM Berkualitas, Dukung UMKM Indonesia Naik Kelas” di Ballroom Hotel Ayani, Banda Aceh, Jumat (16/6/2023).

“Kami harap kedepannya bisa berkontribusi dalam mengembangkan UMKM di wilayah Aceh sehingga naik kelas dan keluarga sejahtera,” katanya.

Baca Juga  Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster berkesempatan mendampingi beberapa kegiatan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin serangkaian kunjungan kerja hari keduanya di pulau dewata, bertempat di Istana Tampak Siring, Gianyar, pada Sabtu (10/6/2023). Hadir pula dalam kesempatan tersebut Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE) serta Ketua WHDI Kabupaten Gianyar Ny. Diana Dewi Agung Mayun. Adapun beberapa kegiatan di hari kedua itu yaitu kegiatan senam “Gemu Fa Mi Re” yang diikuti sangat antusias oleh para peserta yang kompak menggunakan seragam berwarna putih. Acara kemudian dilanjutkan dengan membuat kompos bersama ibu-ibu se-Indonesia dan penanaman pohon durian. Selanjutnya acara ketiga yaitu Edukasi Gizi melalui Penyuluhan dan Demonstrasi Masak. Atas berbagai kegiatan tersebut, Ny. Putri Koster haturkan terima kasih atas kepedulian Ibu Iriana Joko Widodo terhadap lingkungan dan perkembangan gizi anak-anak untuk menghindarkan stunting. Menurutnya dengan kepedulian Ibu Negara bisa menggugah masyarakat terutama para Ibu untuk lebih memperhatikan lingkungan dan anak-anak Indonesia. “Melalui pelajaran pembuatan kompos, kita bisa tahu cara menjaga lingkungan dengan memilah sampah dari rumah tangga, apalagi Bali sudah mempunyai Pergub Bali Nomor 47 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber,” tuturnya dalam kesempatan wawancara. Selain itu, wanita yang akrab disapa Bunda Putri itu pun mengajak kader-kader yang khusus diundang ke Istana Tampak Siring ini untuk ikut mensosialisasikan apa yang sudah disampaikan oleh Ibu Negara. Menurutnya ini merupakan pengalaman serta pelajaran berharga sehingga perlu dibagikan ke lingkungan sekitar. Di lain sisi, pendamping orang nomor satu di Bali itu pun menyinggung tentang edukasi dan pemberian makanan bergizi bagi anak-anak khususnya balita. Seperti yang telah ia gaungkan selama ini dalam aksi sosial dan sosialisasi pada program TP PKK Provinsi Bali, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, salah satunya yaitu dengan pemberian makanan sehat dan bergizi pada anak-anak. Dan ia pun menyampaikan apresiasi karena Ibu Negara juga sangat konsen akan hal tersebut. Di akhir wawancaranya, Ny. Putri Koster berharap agar para kader TP PKK yang khusus diundang pada kesempatan berharga itu untuk terus mengimplementasikannya. “Jangan berhenti sampai di sini saja, mari terus bergerak menjaga lingkungan dan memperhatikan gizi anak-anak kita, untuk mencetak generasi emas berikutnya,” tandasnya. Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang terus menyemangati ibu-ibu dari seluruh Indonesia agar mengabdi untuk lingkungan dan kesehatan anak. Sehingga kegiatan seperti ini tidak hanya berakhir sampai di sini saja, namun terus berlanjut dalam kegiatan sehari-hari.

Meutia Juliana menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini menjadi bagian ikhtiar bagi semua pihak untuk bisa meningkatan angka indeks pemberdayaan gender di daerah ujung barat Sumatra itu.

“Pelatihan ini juga untuk menurunkan angka kemiskinan di Aceh,” katanya.

Meutia mengaku, jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh mengalami peningkatan setiap tahunnya. Di satu sisi, kata dia, itu adalah kabar gembira bahwa masyarakat di Aceh sudah berani melaporkan ketika terjadinya kekerasan. Namun di sisi lain, ini sangat memprihatinkan.

Baca Juga  BPOM Bersama Pemkot Administrasi Jakpus Gelar Evaluasi Keamanan Pangan Terpadu

Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar korban merupakan kalangan ekonomi menengah ke bawah dengan pendidikan yang sangat rendah.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini dapat menambah pendapatan bagi keluarga dan perempuan juga berdaya sehingga angka kekerasan bisa ditekan,” harapnya.

Hal senada disampaikan Pemimpin PT PNM Cabang Aceh, Muhammad Wazir. Ia menyebut, pelatihan menjahit tersebut bertujuan menambah pengetahuan dalam berusaha agar usahanya berkembang sehingga sukses dan keluarganya sejahtera.

Baca Juga  Ditengah Pandemi, PWI Banten Salurkan Hewan Qurban di JBS

Selain pelatihan menjahit, kata Wazir, di hari dan tempat yang sama pihaknya juga menyelenggarakan Pelatihan Community Leaders dengan tema “Insan PNM Berkualitas, Dukung UMKM Indonesia Naik Kelas”.

“Kegiatan ini dihadiri oleh 150 peserta yang merupakan pendamping nasabah PNM Mekaar (Kepala Unit Mekaar, Senior Account Officer, Account Officer) wilayah Aceh,” katanya. (rls)

News Feed