oleh

Pemkab Sukoharjo Berikan Bantuan Pemulihan Kesehatan untuk 50 Anak Korban Kekerasan

-News-6 views

SUKOHARJO- Sebanyak 50 anak korban kekerasan mendapatkan bantuan pemulihan kesehatan dari Pemkab Sukoharjo. Penyerahan bantuan dilakukan Bupati Sukoharjo Etik Suryani di Lobi Kantor Bupati, Rabu (13/10/2021).

Bupati berharap, bantuan berupa beras, mi instan, dan vitamin tersebut dapat meringankan beban anak korban kekerasan di masa pandemi corona.

“Yang susah itu memulihkan kesehatan mental anak korban kekerasan. Dibutuhkan proses dan waktu yang cukup lama. Perasaan trauma itu pasti tidak mudah hilang,” ungkap Etik, dilansir jatengprov.go.id.

Dikatakan bupati, dalam upaya menjangkau kasus kekerasan pada anak, saat ini Sukoharjo sudah membentuk Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Baca Juga  194 PNS dan 209 PHL Terima Bantuan Sosial dari Kapolda Aceh

“Dengan adanya Satgas PPA ini saya harap kasus kekerasan pada anak dan perempuan di Sukoharjo dapat turun. Semua kasus kekerasan pada anak maupun perempuan, dapat termonitor dan dapat dijangkau dengan baik,” harapnya.

Bupati melanjutkan, Satgas PPA Sukoharjo selama ini sudah berjalan dan turun ke wilayah, untuk memberikan sosialisasi pada masyarakat. Dia berharap masyarakat tidak takut melaporkan setiap kasus kekerasan pada anak dan perempuan. Dengan melaporkan kasus, korban dapat ditangani dengan baik.

Baca Juga  Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster berkesempatan mendampingi beberapa kegiatan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin serangkaian kunjungan kerja hari keduanya di pulau dewata, bertempat di Istana Tampak Siring, Gianyar, pada Sabtu (10/6/2023). Hadir pula dalam kesempatan tersebut Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE) serta Ketua WHDI Kabupaten Gianyar Ny. Diana Dewi Agung Mayun. Adapun beberapa kegiatan di hari kedua itu yaitu kegiatan senam “Gemu Fa Mi Re” yang diikuti sangat antusias oleh para peserta yang kompak menggunakan seragam berwarna putih. Acara kemudian dilanjutkan dengan membuat kompos bersama ibu-ibu se-Indonesia dan penanaman pohon durian. Selanjutnya acara ketiga yaitu Edukasi Gizi melalui Penyuluhan dan Demonstrasi Masak. Atas berbagai kegiatan tersebut, Ny. Putri Koster haturkan terima kasih atas kepedulian Ibu Iriana Joko Widodo terhadap lingkungan dan perkembangan gizi anak-anak untuk menghindarkan stunting. Menurutnya dengan kepedulian Ibu Negara bisa menggugah masyarakat terutama para Ibu untuk lebih memperhatikan lingkungan dan anak-anak Indonesia. “Melalui pelajaran pembuatan kompos, kita bisa tahu cara menjaga lingkungan dengan memilah sampah dari rumah tangga, apalagi Bali sudah mempunyai Pergub Bali Nomor 47 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber,” tuturnya dalam kesempatan wawancara. Selain itu, wanita yang akrab disapa Bunda Putri itu pun mengajak kader-kader yang khusus diundang ke Istana Tampak Siring ini untuk ikut mensosialisasikan apa yang sudah disampaikan oleh Ibu Negara. Menurutnya ini merupakan pengalaman serta pelajaran berharga sehingga perlu dibagikan ke lingkungan sekitar. Di lain sisi, pendamping orang nomor satu di Bali itu pun menyinggung tentang edukasi dan pemberian makanan bergizi bagi anak-anak khususnya balita. Seperti yang telah ia gaungkan selama ini dalam aksi sosial dan sosialisasi pada program TP PKK Provinsi Bali, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, salah satunya yaitu dengan pemberian makanan sehat dan bergizi pada anak-anak. Dan ia pun menyampaikan apresiasi karena Ibu Negara juga sangat konsen akan hal tersebut. Di akhir wawancaranya, Ny. Putri Koster berharap agar para kader TP PKK yang khusus diundang pada kesempatan berharga itu untuk terus mengimplementasikannya. “Jangan berhenti sampai di sini saja, mari terus bergerak menjaga lingkungan dan memperhatikan gizi anak-anak kita, untuk mencetak generasi emas berikutnya,” tandasnya. Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang terus menyemangati ibu-ibu dari seluruh Indonesia agar mengabdi untuk lingkungan dan kesehatan anak. Sehingga kegiatan seperti ini tidak hanya berakhir sampai di sini saja, namun terus berlanjut dalam kegiatan sehari-hari.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Sukoharjo Proboningsih Dwi Danarti menerangkan, Satgas PPA Kabupaten Sukoharjo beranggota 20 orang yang berasal dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Selain dari DP3AKB, OPD yang tergabung dalam Satgas antara lain Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Bagian Hukum, dan lainnya.

“Selama ini Satgas sudah turun ke kecamatan-kecamatan, untuk untuk memberikan sosialisasi pada masyarakat terkait kasus kekerasan pada anak dan perempuan. Diharapkan masyarakat tidak takut untuk melapor, baik itu melapor ke Unit PPA Polres maupun ke Satgas PPA DP3AKB,” ujar Probo. (*/cr1)

Baca Juga  Bangun Pelindung Pantai di Lombok Timur

News Feed