oleh

Dispusip DKI Jakarta Sosialisasikan Penyelamatan Arsip Melalui Kegiatan Lasiga

-News-86 views

Jakarta – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta terus melakukan sosialisasi dan penyelamatan arsip kepada warga melalui kegiatan Layanan Arsip Keluarga (Lasiga).

Tercatat, ada 160 warga yang telah mengikuti kegiatan Lasiga pada triwulan I tahun ini.

Warga yang mengikuti kegiatan Lasiga berasal dari Kelurahan Kramat, Jakarta Pusat; Rusun Semper, Jakarta Utara; Taman Manggar Duren Sawit, Jakarta Timur dan RW 05 Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan.

Kepala Bidang Pengelolaan Arsip Dispusip DKI Jakarta, Fitri Aulia mengatakan, kegiatan Lasiga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman warga dalam penyelamatan arsip keluarga.

Maka dari itu, selain mendapat layanan berupa restorasi arsip dan digitalisasi arsip, warga juga disosialisasikan mengenai pentingnya arsip keluarga.

Baca Juga  Pelatihan Guru untuk Pendidikan Demokrasi di Lombok Barat

Fitri menjelaskan, kegiatan Lasiga menyasar warga yang berada di wilayah rawan bencana, rumah susun dan permukiman padat penduduk.

“Arsip terkadang seperti sesuatu yang tidak dibutuhkan, tetapi ketika ada masalah pasti arsip yang dicari lebih dulu. Untuk itu kita perlu melakukan sosialisasi penyelamatan arsip,” ujarnya, Rabu (6/4/2022).

Fitri menjelaskan, restorasi merupakan perbaikan untuk mencegah kerusakan, bukan mengembalikan keadaan arsip seperti semula. Walaupun demikian, restorasi dapat memperpanjang umur dari arsip tersebut.

Restorasi dilakukan arsiparis dengan melihat seberapa parah kerusakan arsip terlebih dahulu, kemudian dilihat apakah memungkinkan untuk diperbaiki atau tidak.

Baca Juga  Kapolres Pekalongan Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Massal

Sedangkan digitalisasi arsip merupakan sebuah upaya alih media atau teknik memindahkan isi atau informasi arsip, baik cetak maupun gambar ke dalam bentuk format digital dengan tidak mengurangi isi arsip aslinya.

Adapun arsip keluarga yang direstorasi dan didigitalisasi terdiri dari arsip kepemilikan, arsip finansial dan arsip pribadi seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), Akta Lahir, Akta Jual Beli, ijazah, Surat Keputusan (SK) Pegawai, SK Pensiun, paspor, BPKB, sertifikat dan lain-lain.

“Sekarang zamannya serba digital. Jadi kami berikan layanan kepada keluarga untuk mendigitalisasikan arsipnya. Kami bantu dan mereka yang menyimpannya,” ucap Fitri, dilansir beritajakarta.id.

Ia menyampaikan, permasalahan yang sering ditemui di lapangan, banyak warga yang belum memahami manfaat dari Lasiga. Selain itu adanya rasa kekhawatiran akan pencurian data dari arsip yang digitalisasi.

Baca Juga  Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster berkesempatan mendampingi beberapa kegiatan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin serangkaian kunjungan kerja hari keduanya di pulau dewata, bertempat di Istana Tampak Siring, Gianyar, pada Sabtu (10/6/2023). Hadir pula dalam kesempatan tersebut Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE) serta Ketua WHDI Kabupaten Gianyar Ny. Diana Dewi Agung Mayun. Adapun beberapa kegiatan di hari kedua itu yaitu kegiatan senam “Gemu Fa Mi Re” yang diikuti sangat antusias oleh para peserta yang kompak menggunakan seragam berwarna putih. Acara kemudian dilanjutkan dengan membuat kompos bersama ibu-ibu se-Indonesia dan penanaman pohon durian. Selanjutnya acara ketiga yaitu Edukasi Gizi melalui Penyuluhan dan Demonstrasi Masak. Atas berbagai kegiatan tersebut, Ny. Putri Koster haturkan terima kasih atas kepedulian Ibu Iriana Joko Widodo terhadap lingkungan dan perkembangan gizi anak-anak untuk menghindarkan stunting. Menurutnya dengan kepedulian Ibu Negara bisa menggugah masyarakat terutama para Ibu untuk lebih memperhatikan lingkungan dan anak-anak Indonesia. “Melalui pelajaran pembuatan kompos, kita bisa tahu cara menjaga lingkungan dengan memilah sampah dari rumah tangga, apalagi Bali sudah mempunyai Pergub Bali Nomor 47 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber,” tuturnya dalam kesempatan wawancara. Selain itu, wanita yang akrab disapa Bunda Putri itu pun mengajak kader-kader yang khusus diundang ke Istana Tampak Siring ini untuk ikut mensosialisasikan apa yang sudah disampaikan oleh Ibu Negara. Menurutnya ini merupakan pengalaman serta pelajaran berharga sehingga perlu dibagikan ke lingkungan sekitar. Di lain sisi, pendamping orang nomor satu di Bali itu pun menyinggung tentang edukasi dan pemberian makanan bergizi bagi anak-anak khususnya balita. Seperti yang telah ia gaungkan selama ini dalam aksi sosial dan sosialisasi pada program TP PKK Provinsi Bali, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, salah satunya yaitu dengan pemberian makanan sehat dan bergizi pada anak-anak. Dan ia pun menyampaikan apresiasi karena Ibu Negara juga sangat konsen akan hal tersebut. Di akhir wawancaranya, Ny. Putri Koster berharap agar para kader TP PKK yang khusus diundang pada kesempatan berharga itu untuk terus mengimplementasikannya. “Jangan berhenti sampai di sini saja, mari terus bergerak menjaga lingkungan dan memperhatikan gizi anak-anak kita, untuk mencetak generasi emas berikutnya,” tandasnya. Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang terus menyemangati ibu-ibu dari seluruh Indonesia agar mengabdi untuk lingkungan dan kesehatan anak. Sehingga kegiatan seperti ini tidak hanya berakhir sampai di sini saja, namun terus berlanjut dalam kegiatan sehari-hari.

Maka dari itu, diperlukan adanya kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada warga mengenai cara mengelola arsip yang baik dan benar serta mudah dicari dengan berkolaborasi bersama aparatur setempat mulai dari kecamatan sampai pengurus RT/RW.

“Jadi kita edukasi bahwa masyarakat bisa menyimpan arsip di handphoneemail dan google drive. Digitalisasi arsip penting dilakukan. Karena kalau suatu saat warga membutuhkan arsip akan lebih mudah dicari,” tandas Fitri. (*/cr1)

News Feed